Peran Media Komunikasi dalam Mensukseskan Program Larangan Mudik Lebaran 2021

Peran Media Komunikasi

Peran Media Komunikasi dalam Mensukseskan Program Larangan Mudik Lebaran 2021 – Pandemi virus covid-19 hingga saat ini masih terus berlangsung di tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Mau tidak mau masyarakat Indonesia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk bisa menyesuaikan diri.

Hal tersebut otomatis membuat masyarakat harus hidup dengan kebiasaan dan aturan baru. Pada dasarnya kehidupan memang harus tetap berjalan meskipun tengah dilanda bencana yang cukup lama tersebut. Namun di tengah kondisi seperti ini banyak hal yang harus menyesuaikan dan tidak bisa dilakukan secara normal seperti biasanya.

Beberapa hari lagi umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 hijriah. Setiap orang di Indonesia tentunya sudah biasa dengan kebudayaannya mendekati hari lebaran yaitu mudik ke kampung halaman. Akan tetapi sayangnya hingga saat ini pemerintah Indonesia belum memberikan kebijakan untuk bisa mudik seperti biasa bagi masyarakat.

Hal ini memancing beragam komentar di tengah masyarakat khususnya mereka yang berada di perantauan. Biasanya mereka akan pulang ke kampung halaman beberapa hari atau Minggu sebelum pelaksanaan lebaran dan kembali lagi beberapa hari setelah lebaran. Di tahun 2021 ini merupakan tahun kedua pemerintah memberikan pelarangan mudik bagi masyarakat.

Alasan pemerintah tentunya tidak lain untuk mencegah adanya kerumunan dan penularan virus covid 19 dari para pendatang. Banyak sekali contoh kasus yang sudah terjadi bahkan jauh sebelum waktu lebaran tiba. Kasus penularan covid dari orang yang berasal dari luar daerah sudah cukup banyak terjadi di Indonesia.

Hal itulah yang lantas membuat pemerintah kembali melakukan pelarangan mudik di tahun 2021 ini karena nyatanya virus ini masih hinggap di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mensosialisasikan kebijakan ini dapat dipatuhi oleh masyarakat di Indonesia.

Mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 pemerintah resmi melarang masyarakat Indonesia untuk mudik bepergian ke luar kota. Petugas dan aparat terkait diturunkan untuk mengamankan banyak titik di setiap penjuru Indonesia. bahkan di jalan-jalan kecil sekalipun polisi dan aparat lainnya ditugaskan untuk menjaga ketertiban dan menghalau para pemudik.

Berdasarkan data dari satgas covid 19 pada libur hari raya idulfitri tahun 2020 lalu kenaikan rata-rata jumlah kasus harian mencapai 68 hingga 93%. Penambahan kasus hariannya berada di angka 413 hingga 559 dan kasus mingguan berkisar 2.888 hingga 3.917. Persentase kematian mingguan antara 28 hingga 66% atau setara dengan 61 hingga 143 kasus kematian per minggunya.

Angka tersebut tentunya sangat fantastis dan tentu sangat memilukan. Terlebih ih kasus kematian per minggunya sudah cukup tinggi pada tahun lalu. Hal ini tentunya tidak ingin terulang kembali bahkan semakin meningkat di tahun berikutnya termasuk tahun ini.

Upaya Pemerintah Terhadap Pelarangan Mudik

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka peningkatan kasus covid 19 bahkan keinginan terbesar pemerintah ialah Indonesia segera terbebas dari virus ini. Menteri Kesehatan mengutarakan bahwa setiap ada libur panjang selalu terjadi kasus peningkatan mulai dari 30 hingga 50%.

Untuk mengantisipasi adanya penambahan jumlah seperti ini pemerintah terus melakukan sosialisasi terhadap larangan mudik tahun ini. Salah satunya ialah dengan menggunakan media sosial atau media komunikasi lainnya. Hal tersebut diharapkan bisa lebih efektif dalam mensosialisasikan larangan mudik.

Saat ini hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki berbagai jenis media komunikasi baik elektronik maupun nonelektronik. Berbagai macam informasi dengan mudahnya bisa diperoleh oleh masyarakat di Indonesia bahkan beberapa diantaranya mudah terpengaruh dengan apa yang mereka ketahui.

Banyak sekali perubahan yang bisa terjadi karena masyarakat menerima berbagai jenis informasi dari media komunikasi yang ada. Hal-hal yang punya hangat diperbincangkan sekalipun seringkali semakin kisruh atau justru sebaliknya dikarenakan informasi yang berasal dari media tersebut.

Pemerintah terus menginformasikan larangan mudik tahun 2021 ini melalui media komunikasi seperti televisi hingga media sosial. Berbagai hal-hal yang berkaitan dengan mudik terus disosialisasikan guna memberi edukasi kepada masyarakat. Dalam hal ini pemerintah bertindak secara tegas untuk melakukan pelarangan mudik ini.

Masyarakat sendiri yang akan merasakan manfaatnya jika mudik ini ditiadakan pada tahun ini. Angka penyebaran covid-19 bisa lebih ditekan bahkan diminimalisir pada saat momen libur panjang lebaran. Media komunikasi ini dipilih untuk terus memberikan pengetahuan mengenai larangan mudik karena gaya tersebut cukup banyak digunakan.

Bahkan hampir setiap masyarakat ini tidak bisa terlepas dari penggunaan media komunikasi jenis apapun. Setiap informasi bisa dengan mudah diperoleh dan dimengerti oleh masyarakat Indonesia melalui media komunikasi. Meskipun responnya cukup beragam dan lebih pada tidak setuju namun pemerintah tetap menjalankan aturan ini.

Setiap informasi mengenai waktu dan sistematika pelarangan mudik ini terus diinformasikan dan di-update melalui media sosial dan media komunikasi lainnya. Beragam respon yang muncul juga menandakan bahwa masyarakat sudah menerima informasi tersebut dengan baik. Meski begitu masyarakat tetap mematuhi aturan tersebut karena tidak bisa memaksakan kehendak.

Masih melalui media komunikasi berbagai hukuman dan ganjaran bagi masyarakat yang melanggar terus diberitahukan mulai dari putar balik hingga denda 100 juta rupiah. hal ini tidak lain agar masyarakat bisa patuh terhadap aturan pemerintah guna menekan angka kasus covid 19. Responnya juga seringkali disampaikan melalui media tersebut sehingga pemerintah bisa menganalisa bagaimana tindakan berikutnya yang perlu diambil.

Peran Media Komunikasi

Media komunikasi ini terbukti cukup efektif dan memiliki peran yang sangat besar terhadap edukasi mengenai larangan mudik. Pemerintah juga tidak bisa mengunjungi atau memberitahukan secara langsung satu persatu ke setiap daerah. Media komunikasi ini dibantu oleh para pers yang bertugas menyampaikan setiap informasi baik secara tertulis maupun telekonferensi.

Media komunikasi berperan sangat besar terhadap adanya edukasi dan penyebaran informasi mengenai larangan mudik tersebut. Larangan mudik ini memang sangat penting untuk terus diberitahukan dan diedukasikan bagi. Bahkan pemerintah juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya terutama melalui media sosial.

Komunikasi dua arah bisa dilakukan sehingga larangan mudik tersebut bisa disampaikan dan dilakukan sesuai dengan kebutuhannya. Terlepas dari adanya pro maupun kontra terhadap keputusan ini namun hal tersebut tetap perlu diupayakan untuk mewujudkan setiap upaya pencegahan penularan virus covid 19 yang lebih tinggi lagi.

Baca juga : Yuk Tengok 7 Kebudayaan Betawi yang Wajib Dilestarikan Generasi Muda!

Kesimpulannya media komunikasi memiliki peran yang cukup baik dan besar dalam memberikan edukasi dan informasi mengenai larangan mudik. Pada tahun 2021 ini masyarakat sudah semakin sering menggunakan media komunikasi dalam bentuk apapun. Hal ini cukup efektif untuk dilakukan karena media komunikasi menjadi salah satu media yang paling sering digunakan.

Setiap informasi bisa disajikan dan diinformasikan dengan sangat baik sehingga bisa diterima oleh masyarakat apapun itu respon yang diberikannya. Dengan begitu diharapkan tujuan utama pemerintah dalam mengurangi kasus positif covid 19 bisa berjalan dengan baik salah satunya dengan memanfaatkan media komunikasi untuk melakukan pelarangan mudik.

Tinggalkan komentar